Ashabul Kahfi

Ashabul kahfi adalah para pemuda yang beriman kepada Allah yang berada di dalam negeri syirik, mereka keluar dari negeri itu guna menyelamatkan aqidah lalu Allah mudahkan untuk mereka hingga menjumpai sebuah gua, mereka pun masuk ke dalamnya dan tertidur di dalamnya sampai waktu yang sangat panjang sekira tiga ratus sembilan tahun.

Daqyanus menyembah berhala dan memusuhi agama Nasrani (Nabi Isa). Jumlah ashabul kahfi tersebut tidaklah jelas. Menurut sebagian riwayat, Ashabul Kahfi berjumlah 7 orang dengan seekor anjing. Mereka melarikan diri sampai ke sebuah gua yang mendapatkan cahaya matahari. Hal ini disebutkan pada ayat ke-17 Surah Al-Kahf. Gua ini juga dikenali sebagai Kahf Ar-Raqim. Istilah Al-Raqim disebut di dalam Al-Quran pada ayat ke-9 Surah Al-Kahf dan ahli tafsir menyatakan bahawa Al-Raqim ialah nama anjing pemuda pemuda tersebut dan ada sebahagian yang lain mentafsirkan sebagai batu bersurat.

Ajaibnya, mereka tertidur tanpa membutuhkan makan dan minum. Allah bolak-balikkan tubuh mereka sehingga tidaklah membeku darah pada salah satu bagian tubuhnya. Ini semua termasuk hikmah Allah. Allah berfirman, “Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.” (QS Al Kahfi: 18). (Al Qoulul Mufid: 478, cet. Ibnul Haitsam -Qohiroh-).

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?).” Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (QS Al Kahfi : 19)

Pada akhirnya, ketika para Ashabul Kahfi itu terbangun – pemerintahan telah berganti. Para penduduk negeri telah berganti kepada penduduk yang bertakwa kepada Allah. Dan ketika mereka mengetahui kisah para pemuda itu, tidak berselang lama kemudian para ashabul kahfipun meninggal dunia. Selanjutnya para penguasa di waktu itu berkeinginan untuk membangunkan masjid di atas kuburan-kuburannya. Dan inilah praktek ibadatul-autsaan. Allah berfirman, “Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.” (QS Al Kahfi: 21).

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS Al Kahfi : 25)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s