Bencana Kemanusiaan di Palestina

israel-burned3Pada bulan Muharram ini menurut keyakinan umat Islam merupakan bulan yang panas. Oleh karena itu, menurut sejarah kenabian,telah dicatat bahwa bulan Muharam banyak terjadi peperangan dan pertumpahan darah. Seperti kita ketahui bersama bahwa bangsa Israel melalui studi intelejennya mengetahui dan menyadari perihal bulan tersebut. Itulah sebabnya, serangan tersebut dilakukan di bulan Muharam, bulan yang panas. Kebrutalan bangsa Israel terhadap bangsa Palestina kali kali ini setidaknya telah menewaskan lebih dari 435 jiwa manusia, di antaranya adalah 100 anak-anak dan 21 wanita dan ibu-ibu. Sungguh sangat brutalnya bangsa Yahudi ini. Kita semua  yang mencintai  perdamaian dan tidak membenci segala tindak kekerasan, sangat mengutuk tindakan zionis Israel yang biadab ini.

Bisa dipastikan korban tewas akan terus bergelimpangan mengingat serangan Israel begitu masifnya melalui penggempuran di jalur Gaza baik udara maupun jalur darat. Sebagian besar negara telah bereaksi menentang dan menyerukan penghentian serangan Israel tersebut. Namun apa daya Amerika Serikat beserta konco-konconya masih belum bergeming terhadap reaksi negara-negara tersebut, karena seperti kita ketahui Amerika Serikat merupakan pendukung utama Israel.

Kejadian ini bisa disebut sebagai sebuah kekejaman kemanusian. Jika kita flash back ke masa lampau, mirip dengan apa yang telah dilakukan Nazi terhadap kaum Yahudi, sebuah holocaust atau pemusnahan suatu bangsa. Pembantian Nazi terhadap bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai “Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi”. Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi “tidak disukai” antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah’s Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa. Yang kini terjadi justru berbalik,  bangsa Yahudi melakukannya terhadap bangsa Palestina.

Apakah maksud dari  semua peristiwa ini ini? Mengapa manusia gemar berperang, kita dapat mengetahui kisah yang sangat menarik dalam kitab suci al-Quran. Disebutkan dalam surah al- Baqarah, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. ” Malaikat berkata:  “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? “Tuhan berfirman:  “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”  (Al Quran, Surah Al Baqarah ayat 30). Itulah yang Allah sampaikan dalam firman-Nya, di satu sisi kita memahami bahwa terkandung kebenaran akan prediksi dari malaikat terhadap penciptaan Tuhan atas manusia. Namun, di balik jawaban itu, kita bisa pula memaknaibahwa ada suatu rahasia yang tidak terjangkau oleh para malaikat tersebut. Apalagi kita sebagai manusia biasa. Karena, Allah memang sutradara terbesar,  pembuat dan pemilik skenario dari kehidupan seisi alam semesta.

Perang masih berlanjut di bumi Palestina. Dan kita sebagai manusia tidak boleh berburuk sangka terhadap Allah akan tetapi kita harus menyadari akan rahasia di balik itu semua, perhatikan firman-Nya sebagai berikut. ”Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya[158] beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus[159]. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al Qur’an Surah Al Baqarah Ayat  253). Ayat tersebut memang terasa cukup menyesakkan. Mengapa kebrutalan masih terjadi di Palestina dan belahan dunia lainnya. Kita semua harus meyakini, bahwa Allah tentulah mampu membebaskan manusia dari peperangan. Namun juga kita harus meyakini, ada hikmah di balik kehendak-Nya.

Allah adalah pelihara alam semesta. Dialah yang menciptakan sistem alam semesta ini dan berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan ciptaan-Nya. Untuk itu, diciptakan pula sub sistem berupa persaingan dan peperangan yang diciptakan bagi manusia. ”Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah[157] (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 251).

Allah juga berfirman dalam konteks peperangan,  “Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.”  (Al Qur’an, Surah Al Anfaal ayat 37).  Itulah sebagian kecil penjelasan dalam Al Quran tentang perang. Banyak hikmah yang kita tidak sadari dan tidak kuasai untuk memahaminya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Mengenao Israel, kita harus selalu ingat, bahwa mereka memang diciptakan sebagai bengsa pembohong terbesar di muka bumi. Jika kita lihat sejarahnya, Israel yang mendorong dan menjanjikan berdirinya negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan demokratis di Gaza. Pada kenyataannya setelah proses demokrasi itu sudah berlangsung tahun 2005, dan Hamas memenangkan pemilu, dan menjadi penguasa, kini mereka ingkar janji. Mereka bahkan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan membantai bangsa Palestina atas tuduhan teroris. Al Quran telah menandai bangsa Yahudi dengan kalimat, ”Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).  (Al Qur’an, Surah At Taubah Ayat 8).

Satu pemikiran pada “Bencana Kemanusiaan di Palestina

  1. Pd saat si iblis mengacaukan manusia,shingga manusia itu salah paham sehingga mrka tdk brpuas hati trhadap sesama,,lalu brperang,, dan pada ujung jalan ceritanya,,kita mengatakan ini adalah “ketentuan dari ilahi”…lalu iblis tertawa besar…krena kalimat itu adalah,kalimat pasrah dari manusia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s